JAKARTA, iNewsSukabumi.id - Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd memperkuat perannya dalam pengembangan industri qurban dan peternakan modern melalui program Asia Mega Qurban 2026. Program yang dijalankan melalui anak usahanya, Aliyah Rizq Farm Sdn Bhd di Desaru, Johor, Malaysia, ini mengintegrasikan nilai ibadah, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi industri regional menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Program tersebut menjangkau sejumlah negara di kawasan ASEAN, di antaranya Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun sistem operasional qurban yang modern, terstruktur, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Aliyah Rizq menggelar program Live Ibadah Qurban di Masjid Al-Syifa, Bandar Penawar, Johor, pada 27 Mei 2026. Kegiatan itu menampilkan koordinasi pelaksanaan qurban secara langsung bersama berbagai pemangku kepentingan strategis.
Chief Executive Officer Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd, Dato’ Seri Ashraf Bakar, mengatakan program tahun ini tidak hanya berorientasi pada jumlah hewan qurban yang disalurkan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem peternakan dan qurban yang mandiri di kawasan ASEAN.
Menurutnya, hasil diskusi awal dengan sejumlah pemilik peternakan di Malaysia menunjukkan respons positif terhadap upaya pengembangan rantai pasok yang lebih terstruktur untuk mendukung pelaksanaan qurban berskala besar pada masa mendatang.
"Para pemilik peternakan melihat potensi besar untuk membangun rantai pasok yang lebih terorganisasi bersama Aliyah Rizq, terutama dalam mendukung kebutuhan qurban dalam skala besar di tahun-tahun berikutnya," ujar Ashraf.
Dia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peternakan lokal sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para peternak untuk terhubung dengan pasar regional ASEAN.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Aliyah Rizq juga memperoleh pengakuan dari ASEAN Records dan Asia Records. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan penyelenggaraan qurban lintas negara secara serentak dalam waktu 24 jam dengan total 5.623 hewan qurban yang telah dipesan, diproses, dan ditawarkan di 11 negara.
Penghargaan yang diserahkan pada 27 Mei 2026 itu menjadi pengakuan atas penerapan sistem agro modern yang mengedepankan profesionalisme, integrasi, dan koordinasi lintas wilayah.
Untuk mendukung kelancaran program, Aliyah Rizq bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah di Johor, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, serta otoritas terkait yang mendukung aspek logistik, operasional, dan kesejahteraan hewan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan industri, mitra strategis, kalangan media, serta tamu undangan dari berbagai negara. Selain menjadi momentum ibadah, Asia Mega Qurban 2026 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sektor peternakan regional dan mendorong pemberdayaan peternak lokal melalui jaringan pasok yang lebih terintegrasi di kawasan ASEAN.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
