Hal tersebut kata Firli sangat jelas, hijrah dari keadaan atau perbuatan jahat, buruk dan tercela, seperti perilaku koruptif atau budaya/laten korupsi sejatinya hanya dilakukan oleh orang-orang yang beriman.
"Dengan kata lain, manusia yang berperilaku koruptif dan berani melakukan korupsi, termasuk golongan manusia yang tidak beriman karena berani mengingkari keberadaan tuhan serta agamanya, dan mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan," tutur Firli Bahuri.
Menurutnya, korupsi bukan sekadar kejahatan yang hanya merugikan keuangan negara atau perekonomian negara semata, dampak kejahatan yang merampas hak-hak rakyat dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan tersebut sangat destruktif pada setiap tatanan di segala aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
Tidak sedikit negara-negara dunia yang gagal dalam menjalankan kewajiban, khususnya kepada rakyat setelah korupsi yang dilakukan atau sengaja dibiarkan menjamur oleh elite-elitenya, lambat laun mulai menggerogoti, merusak, dan meluluhlantakkan semua sistem dan setiap tatanan kehidupan di negara tersebut. Hijrah dalam arti mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar sejatinya merupakan kunci bagi segenap umat manusia bukan hanya Muslim agar terhindar dari perilaku koruptif dan perbuatan tercela lainnya.
"Keutamaan bulan Muharam khususnya tauladan hijrah Nabi Muhammad SAW menyiratkan pelajaran hidup mengenai perubahan yang selalu menjadi impian dan harapan, yang seyogianya harus disertai dengan usaha dan tekad kuat dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar agar kita menjadi pribadi yang berbudi, sederhana, jujur, dan istiqomah menjaga integritas sebagai hamba-Nya," ucap Firli Bahuri.
Harap, mimpi, dan impian Indonesia bebas dari kejahatan korupsi, kejahatan kemanusiaan, kata Firli Bahuri dapat menjadi keniscayaan jika amar ma'ruf nahi munkar benar-benar ditegakkan.
"Selamat menyambut 1 Muharam 1444 Hijriyah, semoga Tahun Baru Islam 1444 Hijriah, bangsa dan negara kita dapat benar-benar hijrah, lepas, bebas, dan merdeka dari kejahatan korupsi serta perilaku koruptif. Agar tujuan dan cita-cita majunya kesejahteraan umum dan meningkatnya kecerdasan kehidupan bangsa, benar-benar nyata dan dirasa merata dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote," kata Firli Bahuri.
Editor : Eka L. Prasetya
Artikel Terkait