"Para pemilik peternakan melihat potensi besar untuk membangun rantai pasok yang lebih terorganisasi bersama Aliyah Rizq, terutama dalam mendukung kebutuhan qurban dalam skala besar di tahun-tahun berikutnya," ujar Ashraf.
Dia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peternakan lokal sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para peternak untuk terhubung dengan pasar regional ASEAN.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Aliyah Rizq juga memperoleh pengakuan dari ASEAN Records dan Asia Records. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan penyelenggaraan qurban lintas negara secara serentak dalam waktu 24 jam dengan total 5.623 hewan qurban yang telah dipesan, diproses, dan ditawarkan di 11 negara.
Penghargaan yang diserahkan pada 27 Mei 2026 itu menjadi pengakuan atas penerapan sistem agro modern yang mengedepankan profesionalisme, integrasi, dan koordinasi lintas wilayah.
Untuk mendukung kelancaran program, Aliyah Rizq bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah di Johor, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, serta otoritas terkait yang mendukung aspek logistik, operasional, dan kesejahteraan hewan.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
