Ini Pemicu Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur yang Tewaskan 15 Penumpang KRL, 88 Terluka
BEKASI, iNewsSukabumi.id – Kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam. Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia, yang seluruhnya merupakan penumpang dari gerbong khusus wanita KRL se,mentara korban luka mencapai 88 orang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan. Peristiwa ini diduga bermula dari insiden tabrakan sebuah taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85.
Menurutnya, tabrakan tersebut kemungkinan memicu gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur, sehingga berujung pada kecelakaan antar kereta yang tidak dapat dihindari.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 21.00, diawali dengan temperan taksi di JPL 85 yang diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, pihak KAI menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Polda Metro Jaya mencatat total korban meninggal dunia hingga Selasa siang mencapai 15 orang. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, menyebutkan sebanyak 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sementara lima lainnya di RS Kota Bekasi. Seluruh korban saat ini masih dalam proses identifikasi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memastikan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi kecelakaan tersebut.
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyatakan akan memanggil pihak manajemen taksi Green SM untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden yang melibatkan armada mereka.
Menanggapi kejadian ini, Manajemen Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan telah bekerja sama dengan pihak berwenang dengan memberikan informasi yang dibutuhkan guna mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan, dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan," kata manajemen Green SM Indonesia dalam keterangan yang dikutip iNews.id, Selasa (28/4/202).
Saat ini manajemen Green SM Indonesia tengah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," ungkapnya.
Green SM Indonesia berkomitmen bahwa keselamatan merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, Green SM Indonesia akan meningkatkan layanan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan. Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring dengan tersedianya data kronologi yang telah terverifikasi," tandasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said