Polisi Pakai Teknologi Ini Usut Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Situasi tersebut memicu rangkaian kejadian hingga akhirnya terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang sedang berhenti.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyebut rangkaian KRL lintas Cikarang sempat tertemper kendaraan di perlintasan JPL 85, sehingga harus dievakuasi dan dijalankan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB).
Namun, dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek tidak sempat berhenti sempurna dan akhirnya bertabrakan dengan KRL lain yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kecelakaan itu, 16 penumpang KRL meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Melalui pemanfaatan teknologi TAA, polisi berharap dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Editor : Suriya Mohamad Said