get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Purbaya: Dampaknya ke Inflasi Sangat Terbatas

Purbaya Klaim Defisit APBN Terkendali: Jangan Dibilang Pemerintah Ugal-ugalan!

Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:36 WIB
header img
Menkeu Purbaya menegaskan APBN 2026 tetap aman meski defisit Rp180,4 triliun. Pendapatan negara tumbuh kuat dan surplus primer capai Rp58,6 T. Foto iNews TV

JAKARTA, iNewsSukabumi.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada dalam jalur yang sehat meski hingga akhir Mei mencatat defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam konferensi pers Jumat (5/6/2026), Purbaya menepis berbagai anggapan yang menyebut kondisi fiskal Indonesia sedang bermasalah.

Menurutnya, jika tren defisit selama lima bulan pertama dihitung secara tahunan, maka defisit APBN hingga akhir tahun diperkirakan hanya berada di kisaran 1,8 persen PDB, jauh di bawah batas yang dianggap aman.

“Kalau dihitung sederhana, 0,7 persen dalam lima bulan dikalikan sampai setahun, hasilnya sekitar 1,8 persen. Jadi APBN kita amat sangat aman. Jangan dibilang pemerintah mengelola anggaran secara ugal-ugalan,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, kondisi fiskal juga ditopang oleh surplus keseimbangan primer sebesar Rp58,6 triliun. Capaian tersebut berbalik positif dibanding target awal APBN yang memperkirakan defisit Rp89,7 triliun.

Menurut Purbaya, surplus keseimbangan primer menjadi indikator penting karena menunjukkan kemampuan pemerintah membiayai belanja negara tanpa ketergantungan penuh pada utang baru. Hal ini mencerminkan kesinambungan fiskal yang semakin kuat.

Dari sisi penerimaan, pendapatan negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN. Angka tersebut tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penerimaan perpajakan menjadi penopang utama dengan realisasi Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau naik 22,1 persen, sementara kepabeanan dan cukai menyumbang Rp123,8 triliun atau tumbuh 0,7 persen.

Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp226,4 triliun atau meningkat 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Purbaya menilai capaian tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kondisi pada periode yang sama tahun 2025, ketika penerimaan pajak dan PNBP masih mengalami tekanan.

“Kita melihat perbaikan yang sangat signifikan. Tahun lalu pajak masih negatif, sekarang tumbuh lebih dari 22 persen. Ini menunjukkan reformasi perpajakan mulai memberikan hasil,” katanya.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari pagu APBN 2026. Angka tersebut tumbuh 34,4 persen secara tahunan seiring percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun.

Meski optimistis terhadap kondisi fiskal nasional, Purbaya mengakui masih ada tantangan yang perlu dibenahi, salah satunya kemacetan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi.

Untuk memastikan masalah tersebut segera teratasi, Purbaya mengaku akan turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang dianggap menghambat kelancaran logistik nasional.

“Ekonomi sudah bergerak cepat, tetapi masih ada hambatan di lapangan. Besok saya akan ke pelabuhan untuk melihat langsung. Kalau ada yang tidak bisa dibenahi, ya akan kami evaluasi,” tegasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut