Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pantau Harga Sembako, Mendag Pastikan Minyak Goreng Murah 
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Curah Masih Tinggi

Minggu, 05 Juni 2022 | 16:18 WIB
  • author Arif Budianto
Ternyata Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Curah Masih Tinggi
Ilustrasi minyak goreng.

BANDUNG, iNews.id — Harga minyak goreng curah masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.500 per liter yang ditetapkan pemerintah. Harganya berada di kisaran Rp17.000-18.000 per liter. 

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kementrologian Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa mengatakan, salah satu faktor masih tingginya harga minyak goreng curah di Kota Bandung karena rantai distribusi yang panjang.  

"Kebanyakan yang jual di atas HET itu karena mereka mendapatkan minyak bukan dari distributor atau subdistributor yang terdaftar pada aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah), sehingga harga jualnya pun tinggi," kata Meiwan.  

Simirah merupakan aplikasi yang disediakan Kementerian Perindustrian bagi para produsen, distributor (D1), subdistributor (D2) dan pengecer minyak goreng curah. Melalui aplikasi ini, bisa terlihat berapa harga jual dari produsen ke D1, D1 ke D2 sampai ke pengecer.  

"Hal yang terjadi di lapangan itu tidak semua pengecer beli dari D2, mungkin ada kendala tersendiri. Jadi, si pengecer ini yang harusnya jual Rp15.500 per kilogram, tapi karena beli ke sesama pengecer, jadi lebih mahal sebab mereka juga harus dapat untung," ujarnya.  

Untuk menekan HET, Meiwan mengatakan, Disdagin Kota Bandung terus berkoordinasi dengan para distributor. Selain itu, Disdagin juga berkolaborasi dengan Polres, Satgas Pangan, dan Kodim untuk melakukan monitoring agar rantai distribusi terus berjalan lancar sesuai mekanismenya.  

"Kita juga terus mengimbau kepada para pedagang untuk menjual minyak goreng curah di bawah HET. Sekarang yang penting stabil dulu harganya. Kita berusaha agar mendekati HET dulu," katanya.

Editor: Eka L. Prasetya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut