Menteri Wihaji menegaskan pentingnya penanganan cepat terhadap faktor-faktor penyebab stunting, mulai dari akses air bersih, hunian layak, sanitasi, hingga kecukupan asupan gizi. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi untuk mencegah pernikahan dini.
“Ini harus kita edukasi secara bertahap. Karena kalau sudah stunting, peluang untuk pulih hanya sekitar 20 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Wihaji menekankan pentingnya menjaga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi masa krusial dalam tumbuh kembang anak.
“Seribu hari pertama kehidupan harus benar-benar dijaga. Kalau periode ini aman, insyaallah anak tidak akan mengalami stunting. Menyelamatkan satu orang berarti menyelamatkan satu generasi,” tuturnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
