Selain itu, satu brigade dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga dilaporkan telah dikirim, sehingga total kekuatan pasukan ekspedisi AS bisa mencapai 10.000 hingga 12.000 personel.
Meski demikian, sejumlah pejabat AS menyatakan bahwa opsi serangan darat masih dipertimbangkan dan belum menjadi keputusan final.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya membuka kemungkinan untuk mengambil alih pasokan minyak Iran, seperti yang dilakukan terhadap Venezuela.
“Saya tidak akan membicarakannya secara rinci, tetapi itu adalah sebuah pilihan,” kata Trump.
Trump juga menyinggung keberhasilan kerja sama energi AS dengan Venezuela, yang menurutnya menghasilkan keuntungan besar bagi negaranya. Ia bahkan menyebut pendekatan serupa bisa diterapkan terhadap Iran.
Selain itu, Trump menilai AS tidak terlalu bergantung pada Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi, sehingga berupaya meminimalkan dampak konflik terhadap pasokan minyak domestik.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, dengan Pulau Kharg menjadi salah satu titik strategis yang berpotensi memicu eskalasi lebih luas dalam konflik di kawasan Timur Tengah.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
