Eduart menambahkan, tindakan tegas tidak berhenti pada diskualifikasi. Pihaknya juga membuka kemungkinan proses hukum bagi pelaku, termasuk pihak yang terlibat dalam praktik kecurangan.
“Pada pelaksanaan sebelumnya, sudah ada yang diproses hukum, termasuk pihak yang mencoba bekerja sama dengan panitia,” katanya.
Dari hasil pengawasan hari pertama, panitia menemukan dua modus kecurangan, yakni penggunaan joki dengan menukar identitas peserta serta pemanfaatan alat bantu tersembunyi.
Alat bantu tersebut, kata Eduart, disisipkan di pakaian dan dilengkapi perangkat komunikasi seperti headset untuk membantu peserta saat ujian berlangsung.
Panitia menegaskan komitmennya menjaga integritas pelaksanaan UTBK agar berlangsung jujur, adil, dan transparan.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
