JAKARTA, iNewsDepok.id - Memperingati Hari Lahir Pancasila 2026, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol atau dasar negara, tetapi juga menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Umum PKP, Isfan Fajar Satryo, menilai tantangan terbesar Pancasila saat ini bukan lagi pertarungan ideologi secara langsung, melainkan perubahan sosial dan budaya yang perlahan menggeser karakter bangsa dari nilai-nilai luhur yang menjadi ruh Pancasila.
Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan pidato, dokumen, maupun kegiatan seremonial yang mengangkat Pancasila. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar tercermin dalam perilaku masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan kehidupan sosial.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi fondasi pembangunan manusia Indonesia dan pedoman hidup bangsa. Tantangan hari ini adalah bagaimana menghidupkan Pancasila dalam diri setiap warga negara,” ujar Isfan.
PKP menyoroti berbagai perubahan sosial yang dinilai mengkhawatirkan, seperti menurunnya budaya sopan santun di ruang publik, meningkatnya polarisasi akibat perbedaan pandangan, serta berkembangnya budaya saling menyerang di ruang digital. Di sisi lain, derasnya arus globalisasi juga membawa pengaruh yang tidak selalu sejalan dengan karakter dan nilai kebangsaan Indonesia.
PKP menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan keterbukaan terhadap dunia harus tetap berpijak pada jati diri bangsa yang menjunjung gotong royong, toleransi, penghormatan kepada sesama, serta keseimbangan antara hak dan tanggung jawab.
Partai tersebut juga menekankan pentingnya menjaga harmoni antara agama, budaya, dan kebangsaan. Keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia harus terus dirawat agar kehidupan beragama dapat menjadi sumber akhlak, persaudaraan, dan kemanusiaan tanpa menghilangkan penghormatan terhadap budaya lokal.
Bagi PKP, pembangunan manusia Indonesia merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila. Karena itu, politik seharusnya tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, melainkan diarahkan untuk membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, produktif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
PKP menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas perjuangan partai melalui penguatan pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja produktif, pembangunan karakter kebangsaan, komunikasi publik yang sehat, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Isfan menegaskan, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup dicapai melalui pembangunan infrastruktur, industri, dan teknologi semata. Menurutnya, Indonesia juga harus membangun manusia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, yakni sehat, cerdas, berintegritas, menghargai keberagaman, serta memiliki semangat gotong royong.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, PKP mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan, keluarga, kebudayaan, ruang publik, pemerintahan, serta pembangunan manusia Indonesia.
“Keberhasilan Indonesia di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Kualitas itu akan kokoh jika dibangun di atas nilai-nilai Pancasila yang hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan nyata,” tutup Isfan.
PKP sendiri merupakan partai politik yang berdiri pada 15 Januari 1999 dan berlandaskan Pancasila. Dalam Musyawarah Nasional PKP pada Januari 2026, Isfan Fajar Satryo terpilih sebagai Ketua Umum dan menegaskan komitmen partai untuk memperkuat pembangunan manusia Indonesia sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
