Menavigasi Arteri Energi: Menjaga Rupiah di Tengah Blokade Selat Hormuz
Masalahnya adalah terjepitnya margin keuntungan perusahaan yang pada akhirnya memaksa mereka melakukan efisiensi, yang dalam skenario terburuk bisa berujung pada pengurangan tenaga kerja.
Gagasan solusinya adalah penguatan resiliensi korporasi melalui efisiensi energi yang radikal dan diversifikasi rantai pasok agar tidak terjebak pada satu jalur logistik global yang rentan.
Dengan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, seberapa rentan ekonomi kita terhadap gangguan distribusi minyak dunia? Kerentanan kita bersifat struktural karena status
Indonesia sebagai importir minyak neto membuat neraca perdagangan kita sangat rapuh terhadap fluktuasi harga komoditas global. Analogi yang tepat adalah sebuah rumah tangga yang dapur pacunya sangat bergantung pada kiriman gas dari pasar luar yang jaraknya ribuan kilometer.
Jika pasar itu tutup atau jalurnya diblokade, dapur tersebut berhenti mengepul. Masalahnya adalah ketergantungan ini menciptakan lubang besar dalam anggaran negara karena setiap kenaikan harga minyak dunia menuntut kompensasi atau subsidi yang lebih besar.
Gagasan besarnya adalah mengubah paradigma dari sekadar mengelola subsidi menjadi mengelola kemandirian produksi energi secara domestik agar kita tidak terus menerus menjadi penonton yang cemas di pinggir jalur perdagangan dunia.
Sejauh mana dinamika kondisi geopolitik terhadap nilai tukar Rupiah yang terus melemah dalam sepekan terakhir?
Editor : Suriya Mohamad Said