get app
inews
Aa Text
Read Next : Menavigasi Arteri Energi: Menjaga Rupiah di Tengah Blokade Selat Hormuz

Perang Besar di Depan Mata? Iran Tolak Lanjutkan Dialog dengan AS

Selasa, 21 April 2026 | 11:53 WIB
header img
Iran menolak negosiasi lanjutan dengan AS saat gencatan senjata hampir berakhir, memicu kekhawatiran konflik kembali memanas. Foto ilustrasi/Ist

TEHERAN, iNewsSukabumi.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan penolakan terhadap rencana perundingan damai tahap kedua. Kondisi ini memicu kekhawatiran konflik kembali memanas.

Pezeshkian menilai langkah-langkah AS selama ini tidak mencerminkan itikad baik. Ia menegaskan Iran tidak akan melanjutkan dialog selama tekanan, termasuk pemblokiran kapal yang keluar-masuk pelabuhan, masih berlangsung.

“Menghormati komitmen adalah dasar dari dialog yang bermakna,” tulisnya melalui akun X, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya yang dinilai berujung pada pengkhianatan oleh pihak AS, sehingga memperdalam ketidakpercayaan Teheran terhadap Washington.

“Rakyat Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan dan kekerasan,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan optimisme bahwa dialog masih bisa dilanjutkan. Ia menyebut delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan berangkat untuk membahas kelanjutan perundingan.

Namun, laporan terbaru menyebutkan keberangkatan delegasi tersebut belum terealisasi, menambah ketidakpastian situasi.

Sementara itu, masa gencatan senjata selama dua pekan antara kedua negara juga hampir berakhir. Pemerintah AS dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi perpanjangan guna membuka ruang diplomasi.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebut perpanjangan gencatan senjata menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji. Meski demikian, dengan sikap tegas Iran, peluang perundingan lanjutan kini semakin diragukan.

Situasi ini menempatkan hubungan kedua negara pada titik krusial, dengan risiko eskalasi konflik yang kian terbuka jika jalur diplomasi benar-benar buntu.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut