get app
inews
Aa Text
Read Next : Copot Dadan karena Jual Beli Titik Dapur SPPG, Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Pimpin BGN

Zulhas Bongkar Dugaan Jual Beli SPPG, Negara Terancam Boros Rp1 Triliun per Bulan

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:15 WIB
header img
Zulhas mengungkap dugaan jual beli titik SPPG membuat dapur MBG membengkak jadi 27.877 titik. Negara berpotensi boros lebih Rp1 triliun per bulan. Foto iNews TV

JAKARTA, iNewsSukabumi.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkap adanya indikasi praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan tersebut disebut menjadi salah satu penyebab jumlah dapur MBG melonjak jauh di atas target yang telah ditetapkan pemerintah.

Zulhas menjelaskan, pemerintah semula menargetkan pembangunan 21.000 titik SPPG di seluruh Indonesia. Namun dalam perkembangannya, jumlah titik yang tercatat telah mencapai 27.877 atau bertambah 6.877 titik dari rencana awal.

"Misalnya terjadi jual beli titik SPPG. Awalnya direncanakan 21.000 titik, sekarang sudah mencapai 27.877 titik. Artinya ada kelebihan sekitar 6.877 titik," kata Zulhas, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, penambahan ribuan titik tersebut berpotensi membebani keuangan negara. Dengan asumsi setiap SPPG menerima insentif Rp6 juta per hari, maka kelebihan titik yang ada dapat menimbulkan tambahan pengeluaran lebih dari Rp1 triliun setiap bulan.

"Kalau satu titik mendapat Rp6 juta per hari, maka dalam sebulan pengeluarannya bisa lebih dari Rp1 triliun. Itu tentu menjadi pemborosan. Dalam setahun nilainya bisa mencapai Rp12 triliun," ujarnya.

Zulhas menegaskan persoalan tersebut akan menjadi perhatian utama jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan penataan program MBG agar lebih efektif dan akuntabel.

Karena itu, pemerintah memutuskan menghentikan sementara penambahan dapur MBG hingga proses evaluasi dan pembenahan internal selesai dilakukan.

"Kita sedang melakukan penataan agar semuanya berjalan lebih baik. Untuk sementara belum ada penambahan baru karena fokusnya membenahi sistem yang ada terlebih dahulu," tuturnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut