get app
inews
Aa Text
Read Next : Tensi Memanas! Iran Pamer Rudal di Teheran Saat AS Umumkan Gencatan Senjata Sepihak

Militer Iran Siap Tempur 100 Persen, Tuding AS Ulur Waktu Lewat Gencatan Senjata

Jum'at, 24 April 2026 | 09:51 WIB
header img
Iran menuding AS memperpanjang gencatan senjata sebagai taktik ulur waktu. Teheran menegaskan militernya siaga 100 persen hadapi potensi konflik terbuka. Foto iNews TV

TEHERAN, iNewsSukabumi.id – Iran menilai langkah Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata bukan upaya damai, melainkan siasat untuk mengulur waktu. Teheran menegaskan angkatan bersenjatanya berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi konflik terbuka.

Pernyataan ini mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, secara sepihak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, meskipun Iran menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut. Kesepakatan sebelumnya yang berlangsung dua pekan diketahui berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Penasihat ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai keputusan Washington tidak relevan dan hanya mencerminkan upaya menunda konflik tanpa solusi nyata.

Menurutnya, kebijakan tersebut lebih merupakan strategi pengulur waktu ketimbang langkah menuju perdamaian.

“Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tidak relevan. Melanjutkan blokade laut sama saja dengan serangan, sehingga respons militer diperlukan,” ujarnya, dikutip dari Sputnik.

Di sisi lain, Tasnim News Agency melaporkan bahwa tidak ada permintaan dari pihak Iran untuk memperpanjang kesepakatan tersebut. Namun, Trump tetap menyatakan gencatan senjata diperpanjang hingga Teheran menyampaikan proposal damai.

Meski mengusung narasi perdamaian, AS disebut masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan global.

Trump juga mengklaim kebijakan itu diambil atas permintaan pejabat Pakistan, yakni Panglima Militer Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta menyinggung adanya perbedaan pandangan internal di Iran terkait perundingan damai.

Sementara itu, militer Iran menegaskan kesiapan tempur penuh. Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan pasukan Iran telah lama berada dalam kondisi siaga maksimal.

“Angkatan bersenjata kami berada dalam kesiapan tempur 100 persen,” katanya.

Ia menegaskan, setiap bentuk serangan terhadap Iran akan dibalas dengan serangan tegas ke target yang telah ditentukan.

“Ini untuk memberi pelajaran yang lebih keras kepada AS dan Israel,” ujarnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut