get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Tutup Selat Hormuz dan Serang Pangkalan AS dengan Rudal, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Iran Tegaskan Kapal di Selat Hormuz Harus Lewat Jalur Resmi atau Tanggung Risiko Sendiri

Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:24 WIB
header img
Iran mengharuskan kapal di Selat Hormuz lewat jalur resmi. Kapal yang melanggar tak dijamin aman menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan. Foto iNews TV

TEHERAN, iNewsSukabumi.idIran mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz agar mematuhi jalur pelayaran resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Peringatan tersebut disampaikan pada Kamis (25/6/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, Otoritas Pengelola Selat Hormuz menegaskan hanya kapal yang mengikuti rute resmi yang akan mendapatkan jaminan keamanan selama melintasi kawasan tersebut.

"Pelayaran apa pun di luar rute yang ditentukan oleh otoritas tidak akan dijamin aman dan tidak akan ditanggung oleh asuransi atau kewajiban terkait," bunyi pernyataan Otoritas Pengelola Selat Hormuz, mengutip Anadolu Agency, Jumat (26/6/2026).

Otoritas juga memperingatkan bahwa seluruh risiko yang timbul akibat pelayaran di luar jalur resmi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik maupun operator kapal.

"Segala konsekuensi yang timbul dari pelayaran melalui rute yang tidak sah akan menjadi tanggung jawab pemilik kapal, operator, dan komandan," lanjut pernyataan tersebut.

Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali menegaskan bahwa pelayaran yang aman di Selat Hormuz hanya dapat dilakukan melalui rute yang telah mendapat persetujuan pemerintah Iran.

Peringatan tersebut muncul setelah militer Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal kargo berbendera Singapura menggunakan proyektil saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026). Insiden itu menjadi serangan pertama yang dilaporkan sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan damai sementara pada pekan sebelumnya.

Mengutip Al Monitor, Organisasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyebut proyektil yang jenisnya belum diketahui menghantam sisi kanan lambung kapal. Serangan terjadi sekitar 7,5 mil laut di tenggara Dahit, Oman.

Menyusul insiden tersebut, Organisasi Maritim Internasional (IMO) memutuskan menghentikan sementara operasi pendampingan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Padahal, program tersebut baru diluncurkan pada Selasa (23/6/2026) untuk membantu kapal-kapal yang terdampak penutupan jalur pelayaran di kawasan itu.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut