get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Gempur Delapan Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Ancam Kendalikan Selat Hormuz

Ikuti Permintaan Trump, Netanyahu Setop Serangan ke Iran tapi Tetap Gempur Lebanon

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:58 WIB
header img
Israel menghentikan serangan ke Iran setelah permintaan Donald Trump. Namun, Tel Aviv menegaskan operasi militer di Lebanon tetap berlanjut penuh. Foto iNews TV

JAKARTA, iNewsSukabumi.id – Israel memutuskan menghentikan serangan udara terhadap Iran setelah adanya permintaan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, keputusan tersebut tidak berlaku untuk Lebanon, di mana militer Israel menegaskan akan tetap melanjutkan operasi dengan intensitas penuh.

Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Trump. Menurutnya, komunikasi kedua pemimpin berlangsung positif dan menghasilkan kesepahaman untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Iran.

“Atas permintaan Trump, kami menghentikan serangan terhadap Iran,” ujar pejabat tersebut seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth, Senin (8/6/2026).

Meski menghentikan operasi militer terhadap Iran, Israel menegaskan tidak akan mengendurkan serangan di Lebanon. Tel Aviv bahkan memperingatkan akan meningkatkan serangan jika wilayah permukiman Israel kembali menjadi sasaran.

Pernyataan serupa disampaikan pejabat Israel kepada stasiun penyiaran publik KAN. Menurutnya, militer akan menghentikan tembakan ke Iran, namun operasi di Lebanon selatan tetap berlanjut.

Di pihak lain, militer Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel pada Senin pagi. Kendati demikian, Teheran memperingatkan akan memberikan respons keras jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Israel menggempur Beirut pada Ahad meski gencatan senjata masih berlaku. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel. Tel Aviv kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan udara ke Iran.

Menurut data pemerintah Lebanon, konflik yang berlangsung sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.600 orang, melukai lebih dari 11.000 lainnya, dan memaksa lebih dari 1,6 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut