Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ikuti Permintaan Trump, Netanyahu Setop Serangan ke Iran tapi Tetap Gempur Lebanon
Advertisement . Scroll to see content

Israel Kalang Kabut! Hizbullah Klaim Ledakkan Markas Militer, Pasukan IDF Dipukul Mundur

Senin, 15 Juni 2026 | 17:02 WIB
  • author INews TV
Israel Kalang Kabut! Hizbullah Klaim Ledakkan Markas Militer, Pasukan IDF Dipukul Mundur
Hizbullah mengklaim menghancurkan markas militer Israel dan memukul mundur pasukan IDF di Lebanon. Ketegangan kawasan kembali memanas. Foto iNews TV

LEBANON, iNewsSukabumi.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah pasukan Hizbullah melancarkan serangan terhadap militer Israel (IDF) yang berupaya menerobos wilayah Lebanon. Serangan yang terjadi pada Jumat (12/6) itu disebut bertujuan memukul mundur pasukan Israel yang bergerak menuju sejumlah desa di wilayah selatan Lebanon.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengonfirmasi bahwa unit pertahanannya membombardir pasukan Israel yang disebut hendak menduduki Kota Majdal Zoun, sekitar 5 kilometer dari garis perbatasan. Kelompok tersebut mengklaim meluncurkan rentetan roket secara berturut-turut ke arah posisi militer Israel hingga memaksa pasukan lawan mundur dari lokasi pertempuran.

Bentrok jarak dekat yang terjadi di kawasan perbatasan itu dinilai menandai runtuhnya secara de facto sejumlah kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya berlaku antara Israel dan Hizbullah. Situasi di lapangan pun semakin memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Berdasarkan laporan dari medan tempur, pasukan darat Israel disebut telah melakukan penetrasi lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon. Jika terkonfirmasi, manuver tersebut menjadi salah satu operasi militer terdalam yang dilakukan Israel sejak penarikan pasukannya dari Lebanon pada tahun 2000.

Meski demikian, kondisi di kawasan masih sangat dinamis. Israel dan Hizbullah terus saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata, sementara berbagai upaya diplomasi internasional terus dilakukan untuk mencegah eskalasi yang lebih luas.  

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut