get app
inews
Aa Text
Read Next : Polri Kirim Bansos Lewat Pesawat Carter di Kabupaten Puncak yang Dilanda Kekeringan

Jebakan Desil

Kamis, 03 September 2026 | 21:25 WIB
header img
Pimpinan Ombudsman RI Manager Nasution menyoroti risiko salah klasifikasi desil bansos. Data harus akurat dan mutakhir agar warga miskin tak kehilangan hak atas perlindungan sosial. Foto iNews.id

MANAGER NASUTION

PIMPINAN OMBUDSMAN RI

BANTUAN sosial seharusnya menjadi wajah negara yang paling manusiawi. Ia hadir di saat warga negara berada dalam kondisi rentan, kehilangan pekerjaan, menghadapi kemiskinan, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang sangat mendasar.

Namun, masalah yang saat ini menjadi perhatian masyarakat terkait sistem desil dalam penentuan penerima bantuan sosial, menunjukkan satu persoalan serius, bagaimana jika negara salah membaca kehidupan warganya?

Negara memang membutuhkan klasifikasi agar masyarakat legible atau mudah dibaca, tetapi ketika penyederhanaan administratif dianggap identik dengan realitas social, kata James C. Scott, maka selanjutnya justru akan bermunculan masalah baru.

Hal itu menjadi penting saat muncul keluhan masyarakat yang merasa kondisi ekonominya sulit, tetapi tidak masuk kategori penerima bantuan hanya karena indikator tertentu dalam data menunjukkan bahwa mereka relatif mampu.

Salah satu persoalan yang disorot adalah penggunaan kondisi fisik rumah sebagai bagian dari indikator kesejahteraan. Di sinilah muncul sebuah pertanyaan, apakah rumah yang terlihat bagus dari luar selalu berarti pemiliknya mampu secara ekonomi?

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut