Iran Tutup Selat Hormuz dan Serang Pangkalan AS dengan Rudal, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
TEHERAN, iNewsSukabumi.id – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim meluncurkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Di saat bersamaan, Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.
IRGC menyebut telah menembakkan 12 rudal balistik yang menyasar berbagai aset militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas aksi militer AS serta dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak April 2026.
Dalam keterangannya, Garda Revolusi menyatakan sejumlah fasilitas yang digunakan untuk operasional jet tempur F-35, F-15, dan F-16 menjadi sasaran serangan. Iran juga mengklaim menyerang pangkalan udara dan pusat kendali militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan semakin meningkat setelah Teheran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur laut tersebut.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi internasional. Harga minyak mentah Brent melonjak dan sempat mendekati level 95 dolar AS per barel seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik yang terus memburuk.
Pengamat menilai eskalasi konflik AS-Iran berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam waktu dekat. Selain itu, belum adanya terobosan diplomatik antara Washington dan Teheran turut memperbesar ketidakpastian di pasar global.
Dengan memanasnya situasi di Timur Tengah dan terganggunya salah satu jalur energi terpenting dunia, risiko terhadap stabilitas pasokan minyak dan perekonomian global diperkirakan semakin meningkat.
Editor : Suriya Mohamad Said