Film Pelangi di Mars Tayang Serentak Jelang Lebaran, Tonggak Inovasi Sinema untuk Anak Indonesia

Dharmawan Hadi
Dwi Itami (36), ibu rumah tangga asal Bandung yang sedang mudik ke Sukabumi, mengaku terpukau usai menyaksikan film ini bersama suami, anak, dan keponakannya. (Foto: Dharmawan Hadi/iNews).

SUKABUMI, iNewsSukabumi.id - Hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini, sejarah baru bagi perfilman nasional resmi dimulai seiring dengan meluncurnya film sci-fi keluarga Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia. 

Karya ambisius dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak. Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi. 

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.

 

Teknologi XR Pertama: Langkah Besar Industri Film Nasional

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka bersatu dengan satu misi: mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia. Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.

 

Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator

Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. “Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” tutur Upie.

 

Rayakan Momen Bersejarah Bersama Keluarga di Lebaran 2026

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Salah satu penonton, Dwi Itami (36), ibu rumah tangga asal Bandung yang sedang mudik ke Sukabumi, mengaku terpukau usai menyaksikan film ini bersama suami, anak, dan keponakannya. Menurutnya, film ini memberikan paket lengkap antara hiburan dan edukasi.

"Filmnya bagus banget sih. Menurut saya sangat mengedukasi ya. Mulai dari ada kata-kata beberapa yang sangat ilmiah gitu, maksudnya kayak korosi itu apa. Pasti anak saya juga itu tuh adalah suatu vocab yang baru gitu untuk anak-anak. Sangat mendidik sekali dan memang membangun rasa kita untuk cinta bumi sih," ujar Dwi usai nonton di Moviplex Sukabumi, Rabu (18/3/2016).

Dwi menilai transisi cerita dari awal hingga akhir sangat konsisten sehingga anak-anak tidak merasa kebingungan.

"Alur cerita bagus sih, cukup. Maksudnya sesuai gitu sama yang dari awal sampai akhir tuh enggak ada yang miss-miss gitu. Masih nyambung gitu sampai akhir juga. Mudah dimengerti untuk anak-anak ya. Mereka juga tadi 'Wah seru!' setelah selesai nonton itu," tambahnya.

Kebanggaan juga diungkapkan Dwi sebagai penonton. Baginya, penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) pertama dalam animasi Indonesia merupakan sebuah pencapaian besar yang patut diapresiasi.

"Saya nonton ini pun ya memang karena saya penasaran untuk ini kan film karya orang Indonesia gitu ya yang memang menggunakan VR yang seperti itu. Memang bagus sih gitu, maksudnya enggak nyangka juga Indonesia bisa, orang Indonesia bisa bikin kayak gini. Bagus, bisa menyaingi film-film luar negeri gitu," ungkap Dwi dengan bangga.

Editor : Dharmawan Hadi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network