Bagi Xi Jinping, tradisi minum teh bersama tamu negara bukan sekadar seremoni diplomatik. Suasana dan cara penyambutan sering dianggap mencerminkan tingkat kedekatan hubungan China dengan pemimpin yang datang berkunjung.
Pada pertemuan Mei 2024 lalu, Xi dan Putin terlihat berbincang santai tanpa mengenakan dasi di area Zhongnanhai, kompleks elite pemerintahan China yang dahulu merupakan taman kekaisaran. Dalam kesempatan itu, Putin menyebut Xi sebagai “sahabat dekat”, sementara Xi memanggil Putin “teman lama”.
Suasana berbeda terlihat saat Xi menjamu Donald Trump. Pertemuan keduanya dinilai lebih formal dan berlangsung dengan nuansa diplomatik yang lebih kaku.
Media pemerintah China menilai kunjungan berturut-turut dari pemimpin AS dan Rusia itu menjadi bukti semakin besarnya pengaruh Beijing di tengah persaingan dan ketegangan geopolitik dunia saat ini.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
