get app
inews
Aa Text
Read Next : Prabowo Tegur Pejabat yang Datang ke Lokasi Bencana Hanya untuk Foto-foto

Ekonom Nilai Narasi Pemakzulan Presiden Tak Berdasar 

Minggu, 12 April 2026 | 10:20 WIB
header img
Pengamat ekonomi Dr Surya Vandiantara menyatakan narasi pemakzulan Presiden Prabowo yang didasarkan pada alasan memburuknya ekonomi tidak berbasis data. Foto ilustrasi/ist

JAKARTA, iNewsSukabumi.id - Pengamat ekonomi Dr Surya Vandiantara menyatakan narasi pemakzulan Presiden Prabowo yang didasarkan pada alasan memburuknya ekonomi tidak berbasis data. Sebab, jika dibandingkan tahun 1997/1998 lalu, kondisi ekonomi saat ini jauh berbeda. 

Surya menggunakan tingkat inflasi sebagai indikator utama untuk membandingkan kedua kondisi tersebut. Berdasarkan laporan BPS, inflasi umum pada krisis ekonomi 1998 mencapai 77,63 persen. 

"Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan laporan BPS yang menunjukan tingkat inflasi pada Maret 2026 sekitar 3,48 persen (yoy). Artinya, terdapat perbedaan sebesar 74,15 persen dibanding dengan era krisis moneter 1997/1998," kata pengajar di Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini. 

Kemudian terkait defisit APBN yang pada kuartal I 2026 mencapai Rp 240,1 triliun, Surya menilai bahwa itu tidak dapat dijadikan patokan untuk mengukur kinerja negara dalam menjalankan kebijakan fiskal. 

Terlebih, menurutnya defisit APBN saat ini masih berada dalam kategori aman berdasarkan aturan yang berlaku. 

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut