Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Buka Jalur Pengaduan MBG via 'TikTok', Tegas Larang Aparat Minta Setoran
Advertisement . Scroll to see content

Ekonom Nilai Narasi Pemakzulan Presiden Tak Berdasar 

Minggu, 12 April 2026 | 10:20 WIB
  • author SM Said
Ekonom Nilai Narasi Pemakzulan Presiden Tak Berdasar 
Pengamat ekonomi Dr Surya Vandiantara menyatakan narasi pemakzulan Presiden Prabowo yang didasarkan pada alasan memburuknya ekonomi tidak berbasis data. Foto ilustrasi/ist

"UU No. 17/2003 menyatakan bahwa defisit APBN tidak boleh melebihi  3% dari PDB, sementara defisit APBN saat ini berada di angka 0,93%. Artinya, defisit masih dalam batas aman," terangnya. 

Surya sendiri melihat bahwa defisit APBN saat ini justru memang diperlukan untuk memacu ekonomi. Kebijakan kontra-siklus itu digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Apabila pertumbuhan ekonomi bisa tercapai maksimal, maka tingginya produktivitas akan meningkatkan pendapatan negara hingga melampui belanja negara," sambungnya.

Terkait ambang batas defisit APBN, Surya justru berpendapat kalau negara tidak seharusnya menetapkan batas berdasarkan tingkat PDB yang sedang berjalan. Hal ini akan semakin menyebabkan negara tertekan dalam melaksanakan program. 

"Negara seharusnya menentukan tingkat defisit APBN berdasarkan forecasting atau kajian feasibility sebuah program. jika ada program yang potensinya besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi, maka defisit bisa lebih lebar dari 3% selama itu mampu meningkatkan pendapatan negara melebihi jumlah defisit," pungkasnya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut