get app
inews
Aa Text
Read Next : LRT Jabodebek Tambah Perjalanan Saat Jam Sibuk, Headway Lebih Cepat

Transformasi KAI Semakin Dirasakan Pelanggan

Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:39 WIB
header img
Transformasi KAI terus meningkatkan pengalaman pelanggan. Pada Januari-Maret 2026, lebih dari 128 juta penumpang menikmati layanan yang modern, aman, dan nyaman. Foto Ist

JAKARTA, iNewsSukabumi.id - Transformasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari pembaruan fasilitas, tetapi juga melalui upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan berorientasi pada pelanggan.

Salah satu contoh nyata adalah transformasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI melayani lebih dari 128 juta pelanggan, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini mencerminkan hasil transformasi yang selama bertahun-tahun dijalankan perusahaan dan kini semakin dirasakan masyarakat.

Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai perubahan layanan KAI berawal dari pembenahan internal sebelum akhirnya berdampak langsung kepada pelanggan.

Menurutnya, transformasi dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari sterilisasi area stasiun, peningkatan kualitas fasilitas, hingga perbaikan pelayanan. Stasiun yang sebelumnya kurang tertata kini menjadi lebih bersih, terang, aman, dan nyaman. 

Fasilitas pendukung seperti toilet dan musala juga terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

"Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan," ujar Djoko Setijowarno dalam podcast Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia, Sudah Setara Global!

Perubahan tersebut turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu diungkapkan Travel Content Creator Taufik Effendi yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara.

Menurut Taufik, transformasi KAI tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang.

Ia mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah sehingga dapat merasakan langsung perubahan besar yang terjadi, mulai dari kondisi stasiun, kenyamanan perjalanan, hingga pelayanan yang kini jauh lebih baik.

"Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan," kata Taufik dalam podcast Kenapa Video Naik Kereta Bisa Ditonton Jutaan Orang? Rahasia Storytelling Travel Content.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan membuat kereta api semakin diminati masyarakat. Kereta kini dipilih bukan hanya karena efisien, tetapi juga karena kenyamanan dan pengalaman perjalanan yang semakin berkualitas.

Transformasi tersebut juga diwujudkan melalui program peremajaan lokomotif dan kereta secara bertahap. Langkah ini menunjukkan bahwa pembaruan yang dilakukan KAI terus berlanjut dan tidak berhenti pada perubahan di masa lalu.

Artinya, transformasi tidak hanya menyentuh aspek fasilitas maupun sistem layanan. Ketika perubahan dilakukan secara konsisten dengan menempatkan pelanggan sebagai fokus utama, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh pengguna. Pengalaman KAI menjadi bukti bahwa transformasi yang dimulai dari dalam organisasi mampu melahirkan layanan yang semakin dipercaya masyarakat.

Perjalanan transformasi KAI juga diabadikan di Philip Kotler Museum of Marketing bersama Hermawan Kartajaya yang berlokasi di kantor MCorp, Office 88, Kota Kasablanka, Jakarta. Museum tersebut menampilkan perjalanan panjang transformasi KAI dari masa ke masa.

Pada tahap awal, transformasi difokuskan pada pembangunan jaringan rel dan infrastruktur perkeretaapian. Saat itu suasana stasiun masih terbuka, sistem digital belum tersedia, dan tiket masih menggunakan kertas manual sehingga pengalaman pelanggan belum menjadi prioritas utama.

Memasuki era reformasi layanan, KAI mulai mengadopsi pendekatan yang lebih berorientasi pada pelanggan. 

Berbagai inovasi diterapkan, seperti pembelian tiket secara daring, e-Kiosk, boarding pass, pembenahan stasiun, hingga digitalisasi melalui aplikasi KAI Access, penggunaan QR Code, dan integrasi berbagai layanan dalam satu platform.

Kini, KAI memasuki fase transformasi digital yang lebih maju dengan menghadirkan teknologi prediktif dan layanan yang semakin personal. 

Berbagai inovasi seperti check-in berbasis face recognition, sistem pembayaran cashless lintas platform, pelacakan perjalanan secara real-time, hingga loyalty program menjadi bagian dari standar layanan terbaru.

Transformasi KAI pun terus berlanjut. Dengan lebih dari 128 juta pelanggan mempercayakan perjalanan mereka hanya dalam tiga bulan pertama 2026, transformasi tersebut bukan lagi sekadar konsep, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan jutaan masyarakat setiap hari. 

Ke depan, KAI terus berkomitmen menghadirkan inovasi untuk meningkatkan customer experience agar tetap relevan dengan kebutuhan dan perubahan perilaku pelanggan di Indonesia. 

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut