Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jebakan Desil
Advertisement . Scroll to see content

Api, Korporasi dan Kegagalan Negara

Selasa, 08 September 2026 | 15:45 WIB
  • author SM Said
Api, Korporasi dan Kegagalan Negara
Pimpinan Ombudsman RI Manager Nasution menilai karhutla sebagai persoalan tata kelola negara dan maladministrasi. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan, layanan publik, serta pemulihan ekosistem. Foto iNews.id

State Corporate Crime
Kramer menyebutnya sebagai state-corporate crime, yaitu negara dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya kerusakan melalui kebijakan yang lemah, pengawasan yang tidak efektif, pemberian izin tanpa kontrol memadai, atau penegakan hukum yang tidak konsisten. 

Korporasi kemudian memperoleh keuntungan dari struktur tersebut, sedangkan biaya sosial dan ekologis dipindahkan kepada masyarakat.

Dalam konteks karhutla, landasan pemikiran ini mendorong kita untuk tidak hanya bertanya siapa yang menyalakan api, tetapi juga siapa yang menciptakan dan membiarkan kondisi sehingga api dapat terus muncul dari tahun ke tahun.

Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pengambilan kebijakan sering kali menjadi pihak pertama yang menghirup asap dan terakhir memperoleh perlindungan. 

Ironisnya, kelompok masyarakat tersebut bukanlah pihak yang memperoleh keuntungan terbesar dari eksploitasi sumber daya alam yang terus gencar dilakukan, baik korporasi maupun pemerintah. 

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut