Selain itu, Kemenkes juga memperketat sistem surveillance atau pengawasan kesehatan agar potensi penularan dapat segera terdeteksi apabila muncul kasus mencurigakan di Indonesia.
“Sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa bisa cepat tahu,” kata Budi.
Hantavirus diketahui dibawa hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi.
Kasus di MV Hondius menjadi perhatian internasional karena diduga melibatkan Andes virus, salah satu varian hantavirus langka yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat.
Hingga kini, WHO masih melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang kapal yang berasal dari berbagai negara.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
