Meneropong Coretax di Ujung Tenggat
Risiko jika pelaporan SPT tidak mencapai target sering dianggap sebatas soal angka. Padahal dampaknya lebih dalam.
Yang pertama adalah turunnya kepatuhan formal. SPT Tahunan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga indikator dasar apakah warga negara yang terdaftar benar benar hadir dalam sistem perpajakan.
Jika target meleset jauh, maka negara sedang menerima sinyal bahwa jembatan antara registrasi dan kepatuhan belum kokoh.
Yang kedua adalah memburuknya kualitas data. Dalam administrasi modern, SPT adalah sumber informasi penting untuk pemetaan risiko, pencocokan data, dan pengawasan berbasis bukti. Ketika pelaporan rendah, negara bekerja dengan peta yang bolong.
Mungkin jalannya tetap ada, tetapi banyak bagian tidak terlihat. Ini berbahaya bagi kualitas pengawasan dan berpotensi mengganggu penerimaan di masa mendatang, bukan karena semua yang tidak lapor pasti kurang bayar, tetapi karena basis pengujiannya menjadi lebih lemah.
Yang ketiga adalah risiko reputasi kebijakan. Tahun pertama implementasi selalu menjadi panggung penilaian publik.
Bila target jauh tertinggal dan keluhan sistem terus menumpuk, publik akan menarik kesimpulan yang sederhana namun kuat, bahwa transformasi belum siap.
Dalam dunia kebijakan, persepsi seperti itu bisa bertahan lama. Program yang sebetulnya baik dapat kehilangan dukungan hanya karena tahap awalnya membuat publik lelah.
Yang keempat adalah meningkatnya potensi keluhan dan sengketa administratif. Semakin banyak orang terlambat karena hambatan akses, semakin besar pula tekanan agar negara memberi relaksasi, toleransi, atau setidaknya pendekatan yang lebih manusiawi.
Editor : Suriya Mohamad Said