Hemat Energi! Angkot di Sukabumi Pakai Elpiji Gantikan BBM, Aman Digunakan Secara Massal?
SUKABUMI, iNewsSukabumi.id – Inovasi hemat energi mulai terlihat di angkutan kota (angkot) jalur Sukaraja–Kota Sukabumi. Sejumlah sopir kini beralih dari bensin ke elpiji tiga kilogram sebagai bahan bakar alternatif. Secara kasat mata, angkot ini tak berbeda dari kendaraan lain. Mesin tetap terdengar normal dan performanya stabil. Namun, di bagian dalam, terdapat dua tabung elpiji yang tersimpan di bawah dasbor sebagai sumber energi utama.
Penggunaan elpiji ini dinilai lebih efisien. Salah satu sopir, Hendra Irawan, mengaku beralih setelah melihat rekannya mencoba lebih dulu. Hasilnya, biaya operasional harian turun cukup drastis.
Dalam sehari, angkotnya menghabiskan dua tabung elpiji. Satu tabung bisa digunakan untuk empat kali perjalanan pulang pergi. Jika sebelumnya biaya bensin mencapai Rp90.000 per hari, kini hanya sekitar Rp38.000—hemat hingga Rp40.000–Rp50.000.
“Penggunaan elpiji ini sangat membantu mengurangi biaya operasional harian,” kata Hendra.
Efisiensi ini membuat elpiji dilirik sebagai solusi hemat energi di tengah naiknya biaya operasional. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah penggunaan elpiji non-standar ini aman jika diterapkan secara massal?
Meski menawarkan penghematan, aspek keselamatan dan regulasi tetap menjadi perhatian. Diperlukan kajian lebih lanjut serta pengawasan ketat sebelum inovasi ini benar-benar bisa diadopsi secara luas oleh angkutan umum.
Editor : Suriya Mohamad Said