Aktivis WNI Global Sumud Flotilla Bongkar Kekerasan Militer Israel: Dipukul hingga Disetrum
ANKARA, iNewsSukabumi.id - Aktivis WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku mengalami berbagai tindakan kekerasan saat ditahan militer Israel. Setelah dibebaskan, mereka menceritakan mengalami pemukulan, penyetruman hingga intimidasi verbal selama penahanan.
Salah satu relawan, Rahendro Herubowo, mengungkapkan dirinya mendapat perlakuan kasar dari tentara Israel. Dia mengaku ditendang berkali-kali, diinjak hingga disetrum.
“Saya ditendang beberapa kali di bagian depan dan belakang, sempat diinjak, lalu disetrum,” ujar Rahendro dalam video yang diunggah akun Threads @chikifawzi, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, para relawan juga mendapat tekanan psikologis selama berada dalam tahanan. Mereka diteriaki dengan sebutan teroris oleh aparat Israel.
Pengakuan serupa disampaikan Andre Prasetyo Nugroho. Dia mengaku disetrum di bagian paha saat ditahan. Andre juga menyebut para aktivis dipaksa menundukkan kepala seperti posisi sujud dengan tangan terikat.
Editor : Suriya Mohamad Said