Aktivis WNI Global Sumud Flotilla Bongkar Kekerasan Militer Israel: Dipukul hingga Disetrum
“Kepala kami harus terus menunduk seperti sujud. Sudah enggak kuat,” kata Andre.
Setelah dibebaskan, para WNI langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki. Rahendro mengaku masih merasakan nyeri di bagian pinggang akibat kekerasan yang dialaminya selama penahanan.
Sebelumnya, sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla ditangkap militer Israel di perairan Mediterania Timur ketika menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam keras tindakan militer Israel terhadap para relawan Indonesia tersebut. Pemerintah menilai perlakuan itu tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan,” ujar Sugiono melalui akun Instagram resminya.
Pemerintah Indonesia memastikan terus mengawal proses pemulangan seluruh WNI hingga tiba di tanah air dengan aman.
Editor : Suriya Mohamad Said