Kota Sukabumi Tuan Rumah Kejurda Catur Jabar 2026, Diikuti 344 Pecatur dari 24 Daerah
SUKABUMI, iNewsSukabumi.id – Kota Sukabumi resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Jawa Barat 2026 yang berlangsung selama empat hari, 15–19 Juni 2026. Turnamen bergengsi ini diikuti 344 pecatur dari 24 kabupaten/kota di Jawa Barat dan menjadi ajang penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengaku bangga atas terpilihnya Kota Sukabumi sebagai lokasi penyelenggaraan Kejurda tahun ini. Ia berharap kontingen Kota Sukabumi mampu meraih gelar juara umum setelah pada Kejurda sebelumnya di Banjar finis sebagai runner-up di bawah Kabupaten Bogor.
"Hari ini Kejuaraan Catur Jawa Barat dilaksanakan di Kota Sukabumi dan ini menjadi kehormatan bagi Kota Sukabumi. Tahun lalu kita hampir menjadi juara umum. Mudah-mudahan tahun ini Sukabumi bisa menjadi juara umum," ujar Ayep.
Ayep juga mengenang kejayaan catur Kota Sukabumi yang sejak dahulu dikenal melahirkan banyak pecatur berbakat. Ia optimistis tradisi tersebut terus berlanjut, terlebih pada Kejurda kali ini terdapat peserta usia dini yang masih berusia 4 hingga 5 tahun.
Sementara itu, Ketua Harian Percasi Kota Sukabumi, Erwin Argundata, menjelaskan Kejurda Jabar 2026 mempertandingkan 17 nomor, terdiri atas 14 kategori junior, satu kategori senior putra, satu senior putri, dan satu kategori veteran.
Selain nomor utama, panitia juga menggelar pertandingan hiburan berupa beregu antar-pengurus serta pertandingan antar-ketua umum untuk memeriahkan turnamen.
Menurut Erwin, target Kota Sukabumi sebagai tuan rumah adalah merebut gelar juara umum yang pada edisi sebelumnya diraih Kabupaten Bogor.
"Target kami tentu bisa menjadi juara umum. Tahun lalu kami hanya berada di posisi kedua dengan selisih poin yang sangat tipis dari Kabupaten Bogor," katanya.
Kejurda tahun ini juga dihadiri sejumlah pecatur nasional dan Master Internasional (MI), di antaranya Deddy Liumy, Hamdani Rudin, dan Arif Abdul Hafiz.
Ajang Pemanasan Menuju Kejurnas dan Porprov
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Pengda Percasi Jawa Barat, M. Ridlo Eisy, menilai perkembangan olahraga catur di Jawa Barat saat ini sangat positif. Menurutnya, Kejurda menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum tampil di Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Banten, sekaligus sebagai persiapan menghadapi Porprov.
Ridlo menegaskan, catur bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter anak. Melalui permainan catur, anak-anak belajar tentang ketekunan, strategi, disiplin, dan pengorbanan demi mencapai tujuan.
"Kami ingin memperkenalkan catur sejak usia dini. Kalaupun nantinya mereka tidak menjadi pecatur profesional, setidaknya mereka telah terbiasa berpikir strategis, tekun, dan siap menghadapi persaingan," ujarnya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 344 orang. Ridlo menilai hal tersebut menunjukkan bahwa catur merupakan olahraga yang merakyat, mudah diakses, dan relatif murah.
Ke depan, Pengda Percasi Jawa Barat berencana mengembangkan lebih banyak format pertandingan, seperti catur cepat dan semi-standar, agar kompetisi lebih efisien tanpa mengganggu aktivitas belajar para peserta usia sekolah.
Terkait seleksi atlet menuju Kejurnas di Banten, Ridlo memastikan para pecatur terbaik hasil Kejurda akan mewakili Jawa Barat. Meski sejumlah Grandmaster asal Jawa Barat, seperti Susanto Megaranto dan Irene Kharisma Sukandar, tengah memiliki agenda di luar negeri, ia optimistis Kejurda kali ini akan melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing di level nasional.
Editor: Suriya Mohamad Said