JAKARTA, iNewsSukabumi.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pemerintah memilih tidak berpihak kepada blok mana pun dan terus membangun hubungan baik dengan seluruh negara, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, serta negara-negara tetangga.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi situasi yang semakin tidak menentu akibat berbagai konflik bersenjata di sejumlah kawasan.
"Kita masih menghadapi situasi dunia, situasi geopolitik yang sudah sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat," kata Prabowo.
Ia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 dan kini memasuki tahun kelima. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi menjadi lebih lama dibandingkan Perang Dunia II.
"Perang Ukraina mulai tahun 2022, sekarang sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," ujarnya.
Prabowo menyebut perang telah menimbulkan jutaan korban jiwa serta memicu dampak ekonomi global, seperti kenaikan harga pangan dan energi.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
