Selain konflik Rusia-Ukraina, Presiden juga menyoroti perang di Gaza, Lebanon, kawasan Timur Tengah, ketegangan di Selat Hormuz, hingga ancaman perang nuklir. Di kawasan Asia Tenggara, ia menilai konflik di Myanmar serta ketegangan Thailand-Kamboja harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi.
Meski situasi dunia memanas, Prabowo menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun.
"Politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik. Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor," tegasnya.
Prabowo menambahkan pemerintah terus mengedepankan rekonsiliasi dan pendekatan diplomatik untuk memperkuat hubungan dengan seluruh negara sahabat serta menjaga stabilitas kawasan.
"Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan," ucapnya.
Sikap tersebut, lanjut Prabowo, merupakan wujud komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, memperkuat kerja sama internasional, dan menghindari keterlibatan dalam rivalitas geopolitik global.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
