Kota Sukabumi Diterjang Angin Kencang, 12 PohonTumbang dan Kawasan Kuliner Sudirman Porak-poranda
SUKABUMI, iNewsSukabumi.id - Angin kencang menerjang wilayah Kota Sukabumi mengakibatkan puluhan pohon tumbang di sejumlah wilayah, pada Sabtu (25/1/2026). Selain itu angin juga memporak-porandakan lapak pedagang di kawasan kuliner Terminal Lama Sudirman.
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 12 pohon tumbang, 7 atap rumah warga rusak akibat terbawa angin kencang.
Kepala Pelaksana (Kalau) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin menjelaskan, puluhan pohon tumbang tersebut, 4 berlokasi di Kecamatan Lembursitu, 3 di Kecamatan Warudoyong, 2 di Kecamatan Baros, 2 di Kecamatan Gunungpuyuh dan 1 di Kecamatan Citamiang.
"Untuk di Kecamatan Lembursitu, 2 terjadi di Kelurahan Situmekar dan 2 lagi di Kelurahan Sindangsari. Lalu di Kecamatan Warudoyong, 2 di Kelurahan Dayeuhluhur dan 1 di Kelurahan Nyomplong," ujar Yoseph dalam laporan tertulisnya.
Sedangkan di Kecamatan Baros, lanjut Yoseph, pohon tumbang terjadi di Kelurahan Sudajaya Hilir dan Jayamekar. Lalu di Kecamatan Gunungpuyuh, 2 kejadian terjadi di Kelurahan Karangtengah dan terakhir di Kecamatan Citamiang, terjadi di Kelurahan Gedongpanjang.
Sementara itu angin kencang juga memporak-porandakan kawasan kuliner Terminal Lama Sudirman. Tercatat sebanyak 9 lapak pedagang milik warga ambruk hingga tenda-tenda yang digunakan untuk berjualam, terbang terbawa angin kencang.

“Tadi mulai pukul 13.00 WIB saya pegangin stand dagangan kirain nggak kenceng anginnya, pas saya pegangin ambruk semua, lapak saya juga kebalik, motor kebalik, perabot pada pecah, ada gelas, blender, hancur,” ujar pedagang Nasi Kebuli Pakistan, Ningsih (45) saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut Ningsih menambahkan, dirinya baru mengalami kejadian angin kencang yang parah seperti ini yang mengakibatkan juga aliran listrik di kawasan kuliner Terminal Lama Sudirman terputus. Namun walaupun mengalami kerugian, ia bersyukur masih bisa melanjutkan aktivitas berjualan kembali dengan dibantu pengelola yang cepat merapihkan kembali lapaknya.
Editor : Dharmawan Hadi