Viral Dugaan Child Grooming Guru SD di Sukabumi Tuai Hujatan Netizen
SUKABUMI, iNewsSukabumi.id - Dugaan perbuatan child grooming guru SD negeri di Sukabumi kepada siswinya, viral di media sosial X (dahulu Twitter) dan TikTok. Konten yang diunggah akun sosial media (sosmed) TikTok Cikgu Ucan tersebut, saat ini sudah hilang usai tuai hujatan ribuan netizen.
Dalam konten yang diunggah di platform digital TikTok tersebut, terlihat aksi sang guru memberikan perhatian yang lebih dan tidak wajar kepada salah satu siswinya yang dikhawatirkan berpotensi mengarah kepada aksi child grooming.
Seperti aksi memberikan kue ulang tahun dan menyuapi siswinya, lalu menunggu dan berpegangan tangan saat pulang sekolah. Menariknya, sebagian besar konten yang diunggah merupakan aktivitas kedekatan dirinya dengan salah satu siswinya yang masih duduk di bangku kelas VI tersebut.
Selain itu, yang membuat geram netizen adanya caption yang kurang pantas dalam konten tersebut, seperti menuliskan 'Hari ini foto buat ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA yak' dalam momen pemotretan untuk ijazah sekolah. Lalu menuliskan 'Ya Allah lagi makan aja Una manis bgt' disertai emoticon love dalam konten siswinya tersebut sedang makan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena mengatakan, pihaknya setelah mendapat informasi adanya dugaan aksi child grooming tersebut, lalu melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari kepala sekolahnya.
"Informasi itu ditindaklanjuti oleh dinas, kita berkomunikasi dengan kepala satuan pendidikannya. Intinya memang kepala sekolah sudah melakukan tindakan verifikasi berkenaan dengan kejadian tersebut yang hari ini memang viral," ujar Deden Kamis (5/2/2026).
Deden menjelaskan, siswi tersebut merupakan anak yang berprestasi akan tetapi mempunyai sifat pendiam dan jarang berkomunikasi dengan siswa lainnya. Dan setelah ada proses pendekatan oleh gurunya seperti yang diunggah dalam TikTok, ada beberapa perubahan hingga mau bersosialisasi.
"Kemudian juga orang tua siswinya juga tahu adanya kontennya itu bahkan istri dari gurunya pun mengetahui adanya konten itu dan menganggap itu adalah bagian dari proses pendekatan guru kepada muridnya," ujar Deden.
Setelah sering terlibat dalam konten tersebut, lanjut Deden, menurut pengakuan dari kepala sekolahnya, siswi tersebut banyak perubahan menjadi periang, mau berkomunikasi dan prestasinya lebih baik lagi.
"Itu juga diketahui oleh orang tua, bahkan tadi pihak sekolah sudah dengan orang tuanya. Pihak keluarga juga merasa bersyukur bahwa memang anaknya hari ini sudah bisa berkomunikasi seperti biasa dengan anak lainnya," kata Deden.
Deden menambahkan, namun demikian pihaknya akan terus melakukan pendalaman adanya kejadian ini dan tidak mengabaikan adanya dugaan child grooming. Pihaknya akan mensosialisasikan di lingkungan pendidikan apa itu child grooming dan akibatnya.
"Dan terkait persoalan ini, kita akan mendalami motifnya (guru kepada siswinya) akan seperti apa. Apakah murni dalam rangka metode mengubah karakter anak tersebut atau memang ada kesengajaan. Mudah-mudahan satu dua hari ke depan kita akan coba tindaklanjuti di lapangan dan mendapatkan kesimpulannya," ujar Deden.
Editor : Dharmawan Hadi