Kasus Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Korban Bercita-cita Menjadi Kiai
Sukabumi, iNewsSukabumi.id - Tangis tak terbendung dari Anwar Satibi, ayah NS (12), saat mengenang cita-cita sang anak. Di balik proses hukum dan autopsi yang kini berjalan, ia justru lebih terpukul mengingat impian sederhana anaknya yang ingin menjadi seorang kiai.
“Beda dengan orang lain, dia ingin jadi kiai, sudah 1 tahun (mondok) sejak dia masuk SMP, sampai kemarin saya pulang di Sukabumi saya kasih uang Rp50 ribu, (dia bilang) alhamdulillah terus sama dia di kesiniin (jidat) alhamdulillah katanya buat nanti bekal di pesantren. Yang membuat saya sakit cita cita dia menjadi kiai,” ujar Anwar.
Anwar memastikan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian dan berharap, jika nantinya terbukti ada unsur pidana, proses hukum dapat berjalan tegas dan memberi efek jera.
“Harapan saya kalau memang ini terbukti biar jadi efek jera untuk seluruh umat, kita harus ingat negara kita ini negara hukum, apa pun perlakuan manusia di muka bumi ini tentunya itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jadi jangan semena mena,” ujar Anwar.
Sebelumnya, tim forensik RS Bhayangkara TK. II Setukpa Sukabumi mengungkapkan hasil autopsi adanya sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh korban NS (12), anak yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya Ibu tiri.
Akan tetapi, tim forensik belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian NS seorang santri di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang bercita-cita menjadi kyai tersebut dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Editor : Dharmawan Hadi