Alphonzus menegaskan penggunaan pagar bukan fenomena baru. Banyak pusat perbelanjaan telah menerapkannya sejak lama sebagai bagian dari standar keamanan dan pengelolaan operasional.
"Sebenarnya banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal memang sudah menggunakan pagar. Jadi bukan sesuatu yang baru," katanya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan hingga kini belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi demonstrasi yang dikaitkan dengan pemasangan pagar di sejumlah mal.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan kepolisian tetap memantau situasi keamanan, termasuk aktivitas di media sosial.
"Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi yang ada," ujar Budi.
Meski demikian, Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus memonitor penyebaran flyer maupun ajakan aksi yang beredar di media sosial untuk memastikan apakah benar akan terjadi mobilisasi massa.
"Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," katanya.
Polisi memastikan akan terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan apabila aksi unjuk rasa benar-benar berlangsung.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
