Guru SD di Sukabumi Gunakan Judul Clickbait dalam Konten Viral Mengarah Child Grooming
SUKABUMI, iNewsSukabumi.id - Guru SD negeri di Sukabumi yang viral membuat konten mengarah ke perbuatan child grooming dengan siswinya, memasukkan kalimat click bait dalam setiap video yang diunggah di platform digital TikTok sebagai hook konten.
Untuk diketahui, clickbait sendiri adalah judul artikel, konten, atau video yang bombastis, sensasional, dan sering kali menyesatkan, dirancang khusus untuk menarik perhatian dan memancing pengguna internet agar mengeklik tautan tersebut.
Sedangkan hook konten merupakan 3-5 detik pertama pada video atau kalimat pembuka tulisan yang dirancang untuk menarik perhatian audiens agar berhenti scrolling dan lanjut menikmati konten. Hook yang efektif, baik berupa visual, audio, maupun teks, krusial untuk meningkatkan engagement dan potensi viral.
Hal tersebut juga yang diakui guru SD negeri di Sukabumi berinisial R (35) yang membuat konten yang mengarah ke perbuatan child grooming dengan siswinya di akun media sosial TikTok miliknya. Perbuatan dan tulisan yang dinilai kurang pantas dalam video yang diunggah, menuai hujatan netizen.
"Itu saya lakukan untuk memotivasi si anak karena kan anaknya pemalu di kelas. Dengan adanya konten itu semakin percaya diri di kelas juga bisa berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Padahal saya ga ada niatan pedofil atau child grooming," ujar R, Jum'at (6/2/2026).
Lebih lanjut R mengungkapkan, konten dibuat dengan memasukkan kalimat clickbait seperti 'Hari ini foto ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA ya', diakuinya dibuat secara spontan tanpa ada indikasi untuk melakukan perbuatan child grooming dan juga tidak memikirkan dampak dan konsekuensi yang akan terjadi.
"Itu sebenarnya cuma click baitnya, tapi saya buatnya di pinggir jurang (zona bahaya) emang gak baik, ga harus diikuti. Mungkin itu salah satu kebodohan saya makanya asal aja. Ga ada edukasi bagaimana ngonten yang bagus. Jadi asal post," ungkap R menyesalinya.
Lalu pasca viral dan menjadi perbincangan di media sosial, lanjut R, dirinya memutuskan untuk menonaktifkan akun Tiktoknya yang bernama Cikgu Ucan tersebut. Selain itu juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya dalam bermedia sosial.
"Supaya mental saya membaik makanya sementara ditutup. Bahkan kepala sekolah menyarankan buat nutup itu selamanya. Saya sangat menyesal. Dari sisi keguruan saya sendiri sebagai pendidik ga baik lah seperti itu kontennya ga mendidik. Semuanya jadi kebawa-bawa. Jadi mencoreng nama guru," ungkapnya.
Sebelumnya, dugaan perbuatan child grooming guru SD negeri di Sukabumi kepada siswinya, viral di media sosial X (dahulu Twitter) dan TikTok. Konten yang diunggah akun sosial media (sosmed) TikTok Cikgu Ucan tersebut, saat ini sudah hilang usai tuai hujatan ribuan netizen.
Dalam konten yang diunggah di platform digital TikTok tersebut, terlihat aksi sang guru memberikan perhatian yang lebih dan tidak wajar kepada salah satu siswinya yang dikhawatirkan berpotensi mengarah kepada aksi child grooming.
Seperti aksi memberikan kue ulang tahun dan menyuapi siswinya, lalu menunggu dan berpegangan tangan saat pulang sekolah. Menariknya, sebagian besar konten yang diunggah merupakan aktivitas kedekatan dirinya dengan salah satu siswinya yang masih duduk di bangku kelas VI tersebut.
Selain itu, yang membuat geram netizen adanya caption yang kurang pantas dalam konten tersebut, seperti menuliskan 'Hari ini foto buat ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA yak' dalam momen pemotretan untuk ijazah sekolah. Lalu menuliskan 'Ya Allah lagi makan aja Una manis bgt' disertai emoticon love dalam konten siswinya tersebut sedang makan.
Editor : Dharmawan Hadi