get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah 17.000: Alarm Krisis Fiskal, Inflasi, dan Efisiensi Kerja

Dukung Langkah Pemerintah, DPR: Kenaikan BBM Justru Bikin Daya Beli Masyarakat Turun

Minggu, 12 April 2026 | 07:56 WIB
header img
Ketua Banggar DPR Wihadi Wijanto mendukung pemerintah tak naikkan BBM. Dia menilai langkah ini menjaga daya beli, tekan inflasi, lindungi ekonomi di tengah tekanan energi global. Foto ist

"Kondisi APBN kita sehat, tercermin dari kinerja pendapatan negara hingga Maret 2026 yang mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen yoy. Dengan kinerja tersebut, APBN memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran prioritas melalui refocusing, sehingga defisit tetap terjaga di bawah 3 persen meskipun menghadapi tekanan global," ujar Wihadi.
 
Di samping dari itu, Wihadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan pemerintah terkait langkah refocusing anggaran melalui efisiensi belanja non-prioritas untuk menambah anggaran subsidi energi. Langkah ini diperlukan untuk menghindari efek domino terhadap perekonomian nasional.
 
"Kenaikan harga energi akan menyebabkan inflasi yang menyebabkan pelemahan daya beli dan peningkatan cost of fund. Efek berantai ini dapat mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi kita yang saat ini tengah berada pada momentum yang baik," ujarnya.
 
Oleh karena itu, Wihadi menilai bahwa kebijakan fiskal yang diambil oleh pemerintah dengan menjaga stabilitas harga energi merupakan langkah yang strategis terhadap perekonomian Indonesia.
 
Langkah yang diambil pemerintah bukan semata-mata tentang mencegah kenaikan harga BBM. Ini merupakan bukti hadirnya negara dalam melindungi daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari dampak krisis global melalui instrumen APBN," kata dia.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut